Sabtu, 19 Mei 2012

lihatlah aku pejabatku!


lihatlah aku, bukankan kami memiliki hak untuk dilindungi.....
untuk kalian rangkul....
dimana hatimu, mengapa kau begitu acuh. kami mengangkatmu karena kami percaya kalian akan memperbaiki keadaan kami. dimana hak-hak kami....?


itulah barangkali kata-kata yang tak sempat mereka katakan untuk para pejabat. Kelaparan yang mengakibatkan gizi buruk dan kurang gizi seperti yang diderita anak-anak di NTB, NTT, Papua, Lampung dan berbagai wilayah lainnya bukanlah kejadian yang tiba-tiba muncul di Indonesia. Berbagai survei, penelitian dan berita media massa selalu mengulang laporan yang mengungkap kondisi bayi dan anak balita yang menderita kelaparan di berbagai wilayah Indonesia. Tengoklah data BPS tahun 1999, yang menyebutkan bahwa dari total 19.941.528 anak balita, yang menderita gizi buruk dan kurang gizi ada sebesar 5.256.587 anak Balita (BPS, Susenas 1989-2000). Pada tahun 1999, dikabarkan tentang ribuan bayi dan anak balita menderita gizi buruk di Sumatera Barat. Entah berapa yang menderita busung lapar atau marasmus kwarshiorkor. Kematian akibat busung lapar juga bukan kejadian yang baru.

beginilah indonesia, disisi lain mereka yang tengah asik tertawa terbahak-bahak, berpesta pora, berjalan-jalan menghamburkan setiap kepingnya dari hak-hak mereka yang  tengah menjerit kelaparan, mencari sesuap demi suap nasi dari sisa-sisa makanan basi. ya.. memang sangat ironi sekali, namun apa yang hendak mereka perbuat. mereka tak berdaya melawan rezim pemerintahan yang memihak pada kolonialisme kelompok. 

indonesia membutuhkan sosok pemimpin yang BERANI. ini yang penting.... BERANI... berani adil, berani bertanggung jawab, berani memegang amanah. berani menentang kejahatan. bukan sosok badannya saja yang "gede" tapi nyalinya, nyali "capung". itu lah kata-kata KH. Zaenudin M Z sebelum beliau wafat. korupsi yang menjangkit indonesia sangat kronis. adanya KPK, belum dapat membasmi tindakan merugikan tersebut. telah diketahui. bahwa kasus-kasus korupsi yang di tangani oleh KPK itu sendiri tak ada banyak yang tuntas atau bahkan tak ada yang tuntas. kasus wisma atlit yang hingga saat ini belum ada kejelasannya, kasus senturi, adalah bukti lemahnya hukum di indonesia.

perancangan skenario dibuat dengan sedemikian rupa, sehingga seakan-akan kasus terus terarah, berjalan, hingga akhirnya terdakwa mendapatkan hukuman yang ringan. bahkan lebih ringan dari pada hukuman yang diperoleh oleh pencuri ayam. 


Kamis, 17 Mei 2012

goresan pena: Janji Bertemu Di Surga

goresan pena: Janji Bertemu Di Surga: Al-Mubarrid menyebutkan dari Abu Kamil dari Ishaq bin Ibrahim dari Raja’ bin Amr An-Nakha’i, ia berkata: “Adalah di Kufah, terdapat pemuda t...

Kamis, 10 Mei 2012

kenapa begini

terdengar sangat bising dengan suara-suara gemericik canda dan tawa serta obrolan tak berharga, padahal di depan terdapat sekelompok orang tengah merepotkan dirinya mendeskripsikan apa yang menjadi topik pembicaraan sebenarnya, ya... begitulah kondisi setiap kali diskusi tanpa di hadiri oleh sang pemilik wibawa, sebenarnya apa yang disampaikan oleh para pemateri tak kalah menariknya dengan apa yang diucapkan dosen. apa mungkin karna karismatik yang kuat dari dosen hingga apa saja yang diucapkannya kerap kali selalu mendapat perhatian lebih dari pada teman sendiri yang menyampaikan materi. namun masih banyak kemungkinan lain yang melatar belakangi hal tersebut terjadi, bisa jadi para pemateri belum siap dalam penyampaian materinya hingga apa yang mereka sampaikan tidak dapat membawa daya tarik tersendiri. bisa jadi para pendengar merasa terpaksa akan perkuliahan yang mereka ikuti saat itu.

mungkinkah hal-hal dibawah ini adalah faktor penebab hal tersebut terjadi?

  • kelalaian akan manfaat diskusi 
  • lengsernya tujuan awal kuliah
  • wibawa / karismatik
  • situasi dan kondisi
  • materi yang menjenuhkah
  • benci pada pemateri
  • telah menguasai materi diskusi 
 mungkinkah demikian?