Senin, 16 Juli 2012

bikin puisi ah......
silahkan anda nikmati suguhan ini


Apa kalian gila? Berpesta ria dengan tikus – tikus busuk got-got kota

 Ya begitulah mereka, mereka menutupi diri mereka dari rayuan – rayuan keganjenan nan elok juga seksi, penuh gairah dari berbagai macam ajakan kebaikan
 Bagaimana perasaan mereka.? Apakah kalian tahu, atau kalian pernah merasakan, bahkan apakah saat ini kalian tengah menjalaninya?
 Tertawa terbahak-bahak hingga mulut tak mampu lagi menampung beban tawanya. Lucu kah? Apa yang kalian tertawakan.
 Hanya menyiksa diri. Apa kalian bodoh. Padahal nama kalian penuh dengan gelar penghormatan atas apa yang telah kalian capai.
 Apa kalian telah anemia? Hingga melupakan janji – janji manis mulut besarmu. Membuang jauh – jauh ikrar sumpah di bawah kitab kebesaran umat.
 Ya sudah lah… apa mau dikata. Kalian memang sudah begitu dibutakan oleh kemewahan dunia, tuli dari jerit perih tatapan penuh harap rakyat jelata. Egomu tlah bayak membunuh kami. Hukum pun tunduk padamu…
kau lah maha karya tuhan yang sempurna dalam menyengsarakan kami.



Rabu, 04 Juli 2012

guru baik..!!!


 dosen fakultas tarbiah bertanya pada mahasiswanya dalam uas.
 "Menurut saudara guru yang baik itu guru yang bagaimana? Beri argumentasi erdasarkan teori yang pernah saudara baca, minimal tiga buku."
mahasiswa menJawaban :
Hal yang sangat penting dimiliki oleh seorang guru adalah memiliki intelektualitas yang tinggi dengan didukung kecerdasan emosional dan spiritual yang memadai. Selain itu guru yang baik harus memiliki tiga karakteristik, yaitu karakteristik pribadi, karaktristik profesi dan karakteristik keahlian. Dalam segi kepribadian seorang guru yang baik memiliki sifat-sifat yang terpuji, seperti halnya kesabaran, keakraban, penyayang, kebijaksanaan, kecakapan berkomunikasi, suka menolong, ramah tamah serta tidak sombong, dan lain sebagainya. Dalam kaitannya denagn karaktristik profesi yaitu guru memiliki syarat profesionalitas keguruan, seperti halnya memiliki keahlian dalam bidang yang di embaninya serta telah menempuh jenjang pendidikan tertentu sehingga dalam pelaksanaan profesinya guru dapat bekerja dengan maksimal. Guru yang baik adalah mereka yang memiliki keterampilan serta keahlian yang mumpuni. Keahlian adalah sebuah kecakapan dalam melaksanakan sebuah kegiatan tertentu. Adapun hal-hal lain yang dapat menjadikan guru itu dikatakan baik yaitu konsisten dan komitmen dalam bersikap. Seorang murid tentunya akan meneladani segala perilaku maupun tindakan yang di tonjolkan oleh guru. Keteladanan akan bermuara pada hal – hal yang positif jika dibarengi dengan konsistensi, semisal ada seorang guru yang meminta pada anak didiknya untuk berkata jujur, namun di lain waktu sang guru tersebut justru mempraktekan perilaku dan kata-kata yng berbaur pada kebihongan. Tentunya keberhasilan yang sudah di depan mata akan sirna, bukan hanya itu saja, martabat guru pun merosot. Sehingga konsistensi sangat penting ada dalam setiap tindakan seorang guru. Sikap konsisten dan komitmen memberikan peranan yang sangat penting dan fundamental. Dalam mempraktekan hal ini dalam kehidupan pribadi pun dapat memberikan arti progresif terhadap masa depan.  Motivasi dari seseorang terhadap orang lain dapat memberikan pengaruh yang positif terhadap mereka yang mendapatkan dorongan tersebut. Untuk itu guru yang baik mampu memberikan motivasi sehingga mampu memberikan kesan yang positif terhadap anak didik. Mereka yang mendapatkannya akan merasa bersemangat sehingga mereka akan bersungguh-sengguh dalam belajar. Sehingga standar tujuan pun akan mudah tercapai. Banyak sekali karaktaristik yang lain seperti mereka yang menguasai keadaan kelas, mengajar dengan penuh senangat, rapih dalam berpakaian mungkin adalah hal yang harus di utamakan terlebih dahulu. Menyenangi kegiatan mengajar dan lain sebagainya. Guru yang baik tentunya dapat meninggalkan hal-hal yang tidak disukai oleh siswanya. Atau mereka yaitu guru yang baik akan meminimalisir segala kesalahan-kesalahan kecil yang yang kebanyakan guru menganggap remeh hal tersebut seperti berpakaian kurang rapi, suka member PR tanpa mengoreksi, berkata kasar dan lain sebagainya. Hal-hal seperti ini harus dihindari.
Ref
Ø  Umar Fakhruddin, asef. 2009. Menjadi guru favorit. Jogjakarta : diva press.
Ø  Ngalim Purwanto,M.2008. Administrasi dan Supervisi Pendidikan. Bandung  : PT Remaja Rosdakarya.
Ø  Ma’mur asmani, jama. 2011..tips menjadi guru inspiratif, kreatifdan inofatifl. Jogjakarta:diva press