pendidikan memiliki peranan penting dalam setiap sendi-sendi kehidupan manusia, untuk dapat menulis, membaca, makan, minum serta segala aktivitas atau pekerjaan keseharian semua itu bermula dari adanya suatu pendidikan. sungguh sangat ironis sekali bilamana pendidikan ini di pandang sebelah mata.
pendidikan memegang unsur penting untuk membentuk pola pikir dan perilaku manusia agar sesuai dengan nilai-nilai kemanusiaan serta norma-norma yang berlaku di masyarakat, seperti norma agama, adat istiadat, budaya, dsb.
pendidikan di Indonesia itu sendiri memiliki sejarah perjalanan yang amat panjang. dimana ketika penjajahan yang dilakukan oleh bangsa Belanda terhadap indonesia adalah awal perjalanan dari pendidikan di negri ini yang di lakukan oleh KI Hadjar Dewantara, yah.... beliaulah bapak pendidikan nasional kita yang sangat berjasa. Beliau lahir tanggal 02 mei 1889 dimana dihari itu juga diperingatinya hari pendidikan nasional. Ki Hadjar Dewantara Selain aktif di bidang
pendidikan, beliau juga aktif dalam bidang sosial dan politik. Beliau aktif
dalam organisasi Boedi Oetomo pada tahun 1908 dan Indische Partij pada tahun
1912. Sebuah momen yang kita kenal menjadi Kebangkitan Nasional, dirayakan
setiap 20 Mei.
Ki Hadjar Dewantara juga seorang penulis handal, Banyak karya beliau
yang saat ini menjadi landasan rakyat Indonesia dalam mengembangkan pendidikan,
khususnya kalimat-kalimat filosofis seperti ING NGARSO SUNTOLODO, ING MADYO
MANGUN KARSO, TUT WURI HANDAYANI (Di depan memberi teladan, di tengah memberi
bimbingan, di belakang memberi dorongan). dan akibat salah satu tulisannya yang sedikit menyinggung para penjajah. beliau dibuang tanpa proses pengadilan ke Pulau Bangka oleh Gubernur
Jendral Idenburg, namun atas tulisan Douwes Dekker dan Cipto Mangoenkoesoemo
yang membela nya, hukuman tersebut berganti menjadi dibuang ke negeri Belanda.
Dan setelah kembali ke Tanah Air, beliau mendirikan sebuah perguruan yang
bercorak nasional bernama Nationaal Onderwijs Instituut Tamansiswa (Perguruan
Nasional Tamansiswa) pada 3 Juli 1922. Dari sinilah lahir konsep pendidikan
nasional, hingga Indonesia merdeka Ki Hadjar Dewantara pun menjadi Menteri
Pendidikan dan meninggal pada 28 April 1959 di Yogyakarta.
perjuangannya yang amat berharga dari Ki Hadjar Dewantara untuk memperjuangkan pendidikan Nasioanal. Sebagai penghormatan
atas jasa-jasanya di bidang pendidikan, maka tanggal 2 Mei yang merupakan
tanggal kelahiran Ki Hadjar Dewantara diabadikan sebagai Hari Pendidikan
Nasional. Pada tahun 1959, Pemerintah menetapkan bahwa setiap tanggal 2 Mei
diperingati sebagai Hari Pendidikan Nasional.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar