Senin, 30 April 2012

krisis intelektual


Para pelajar yang identik dengan dunia pendidikan yang juga terkesan dengan nalarnya yang intelek, namun kata pelajar yang di emban mereka saat ini hanyalah kafer dari sebuah wadah yang berisi berbagai hal-hal yang di anggap kurang  sepedan dengan apa yang mereka emban sebagai parapelajar , kebanyakan dari mereka tidak menyadari adanya tanggung jawab yang besar terhadap indentitas mereka sebagai pelajar. Kepentingan akan substansi dari sebuah kafer kiranya terlupakan oleh kebanyakan mereka, paramahasiswa yang masih tergolong parapelajar bahkan sekarang lebih memilih mengkopi dari internet yang begitu mudah didapaat ketika mengerjakan tugas-tugas perkuliahan dari pada harus repot-repot mengkaji ataupun menelaah dari berbagai referensi yang di padukan dengan apa yang tengah mereka kaji. Sebagian dari mereka bahkan meminta tugas-tugas dari senior untuk menyelesaikan tuntutan makalah dari para dosen.
Mahasiswa sebagai generasi calon penerus bangsa tentu sedikit banyak sangat di harapkan mampu memberikan yang terbaik untuk bangsa ini, lalu apa yang dapat diberikan oleh seorang mahasiswa apabila ia pun masih belum menyadari apa yang dilakukannya sehari-hari adalah salah satu permasalahan yang harus di tangani. Dan dalam hal ini permasalahan-permasalahan tersebut sangat komplek. Terutama dalam hal membaca.
Terlebih lagi berbagai permasalahan social yang tengah menjalar di dunia mereka, perilaku hedonism, emosional yang kurang terkontrol, hingga menyebabkan terjadinya tawuran, narkoba dan lain sebagainya. Kesalahan mengartikan modernitas sepertinya membuat perilaku mereka menyimpang. Menggunakan narkoba yang nereka anggap keren adalah salah satu kekeliruan mereka dalam mengartikan sebuah kata.
Penanaman nilai-nilai luhur sangatlah penting. Kalau dilihat dari berbagai permasalahan yang di akibatkan oleh para pelajar adalah salah satu akibat dari kegagalan penanaman nilai-nilai luhur tersebut. Lembaga-lembaga pendidikan yang diharapkan dapat menanamkan nilai-nilai luhur itu dirasa gagal dalam menanamkannya. Entah itu dari system yang dianut oleh lembaga tersebut yang kurang sesuai ataupun metote yang di ambil dalam pembelajaran dan mungkin juga dari factor lingkungan yang menyebabkan perilaku tersebut timbul dikalangan para remaja dewasa ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar